Kekuatan DAHSYAT saling Memaafkan

Posting Komentar

Menurut M. Quraish Shihab, ustad sekaligus penulis dan pembicara kondang diberbagai media, Iedul fitri dalam arti kembali kepada kesucian akan membuat seseorang memandang segalanya dengan pandangan positif. Ia selalu berusaha mencari sisi – sisi yang baik, benar, dan indah. Dengan demikia seseorang senantiasa akan menutup mata terhadap kesalahan dan keburukan orang lain. Kalaupun terlihat, selalu yang dicari adalah nilai positif dalam sifat – sifat negatif tersebut. Dan tatkala tidak diketemuakan, maka ia akan memberikan maaf, bahkan berbuat baik kepada mereka yang melakukan kesalahan kepadanya.

Meneladani sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW setelah berhasil menaklukan kota makkah, Rasulullah sebagai pemimpin yang didukung penuh oleh rakyatnya, dapat berbuat apa saja kepada musuhya. Namun, beliau justru memaafkan mereka yang telah menyakiti dan berbuat aniaya kepada dirinya, kelaurganya, dan para pengikutnya. Dengan kekuatan maaf, beliau berhasil membangun rekonsiliasi, mengajak seluruh komponen masyarakat untuk melupakan  masa lalu, dan membangun masa depan bersama yang lebih baik.

Begitupula yang dilakukan Nelson Mandela, setelah sukse menumbangkang rezim apartheid yang memenjarakannya, ia memegang tampuk kekauasaan dengan slogan healing the past, facing the future. Dengan kekuatan maaf, Mandela berhasil membangun rekonsiliasi nasional yang membesarkan Afrika Selatan, negara Afrika yang pertama dan sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2010 yang lalu.


Download mini e book TERBARU SAYA tentang KOMPLIKASI DIABETES (Diabetes Santai, Kompliasi Mengintai)  disini.


Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Founder www.infolabmed.com, tim penulis buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Aktif menulis di https://www.atlm-edu.id/, https://www.indonewstoday.com/, dan https://kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar