IMAD ANALIS - Perjalanan saya dalam dunia media digital dimulai beberapa tahun lalu, dan kini, di Agustus 2026, saya merasa siap untuk melangkah lebih jauh. Hampir satu dekade membangun Infolabmed dari nol telah membuahkan banyak pelajaran berharga.
Dari pengalaman tersebut, saya akhirnya berani mengembangkan Infolabmed menjadi sebuah 'Group media' ala saya sendiri.
Awalnya, Infolabmed sendiri lahir di tahun 2017. Seiring berjalannya waktu, saya mencoba merambah ke blog-blog lain seperti bankdarah dan infopajajaran.
Sayangnya, banyak dari proyek tersebut tidak terurus dengan baik. Tantangan terbesar datang dari sisi finansial, terutama dalam memperpanjang domain yang memakan banyak biaya.
Melihat kondisi ini, saya memutuskan untuk mencari solusi domain yang lebih terjangkau. Akhirnya, saya memilih domain berakhiran .my.id.
Pilihan ini saya terapkan pada labio.my.id, sebuah platform yang saya rancang khusus untuk memperkenalkan aplikasi Labio.
Labio: Solusi Digital untuk Laboratorium Klinik
Aplikasi Labio ini adalah jawaban saya atas kebutuhan laboratorium klinik yang masih banyak melakukan pencatatan secara manual. Saya merancang Labio agar mampu memahami alur pelayanan yang umum di laboratorium klinik sederhana.
Mulai dari tahap Pre-Analitik, Analitik, hingga Post-Analitik, semuanya terintegrasi dalam satu sistem.
Lebih dari sekadar pencatatan, Labio dilengkapi dengan fitur pelaporan hasil yang komprehensif. Anda bisa mencetak hasil lab secara langsung, atau bahkan mengirimkannya melalui WhatsApp.
Hal ini tentu sangat memudahkan pasien dan pihak laboratorium. Selain itu, Labio juga menyediakan laporan keuangan dan laporan pemakaian reagen atau Bahan Habis Pakai (BHP) laboratorium.
Semua ini dirancang untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai operasional laboratorium.
Perbedaan Fokus: Infolabmed dan Labio
Penting untuk dipahami bahwa ada perbedaan fokus antara Infolabmed dan Labio. Infolabmed lebih berfokus pada konten artikel informatif, sedangkan Labio adalah sebuah aplikasi.
Meski begitu, keduanya tetap saling melengkapi. Baik Infolabmed maupun Labio, saya kembangkan dengan berbagai subdomain untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Ada subdomain khusus untuk kesehatan (health), keuangan (finance), perjalanan (travel), hingga informasi bagi ibu hamil, dan masih banyak lagi.
Pencapaian dan Harapan ke Depan
Setelah hampir satu dekade membangun bisnis media, saya bisa melihat hasil kerja keras ini. Saya telah mendapatkan pemasukan dari Google AdSense, meskipun jumlahnya belum signifikan dan pencairannya memakan waktu empat bulan sekali.
Namun, ini adalah sebuah pencapaian besar bagi saya.
Untuk Labio sendiri, yang berawal dari sebuah ide dan pernah saya tuangkan dalam konsep labmetric karena ada teman yang membutuhkan, kini sudah mulai ada yang menggunakannya. Alhamdulillah, biaya langganannya cukup terjangkau, yaitu hanya Rp100.000 per bulan.
Harapan saya, baik Labio maupun Infolabmed terus berkembang pesat. Semoga di usia pensiun saya nanti, kedua platform ini dapat terus memberikan pemasukan yang stabil.
FAQ (Tanya Jawab)
Apa perbedaan utama antara Infolabmed dan Labio?
Infolabmed berfokus pada penyediaan artikel informatif terkait dunia laboratorium dan kesehatan secara umum, sedangkan Labio adalah sebuah aplikasi yang dirancang khusus untuk manajemen operasional laboratorium klinik, mulai dari pencatatan hingga pelaporan.
Siapa target pengguna utama aplikasi Labio?
Target pengguna utama aplikasi Labio adalah laboratorium klinik yang masih melakukan pencatatan manual dan membutuhkan solusi digital yang terjangkau untuk mengelola alur kerja mereka, mulai dari tahap pra-analitik hingga pasca-analitik.
Bagaimana model bisnis yang diterapkan untuk aplikasi Labio?
Aplikasi Labio menerapkan model bisnis berlangganan dengan biaya yang sangat terjangkau, yaitu Rp100.000 per bulan. Model ini dirancang agar dapat diakses oleh berbagai skala laboratorium klinik.