Fiqih Ibadah, Pengertian Najis dan Macam-macam Najis (Semester 1)

Posting Komentar

Kebersihan sebagian dari Iman. Orang beriman selalu menajaga kebersihan pakaian, badan dan tempat beribadah dari segala najis dan kotoran. 


Fiqih Ibadah, Pengertian Najis dan Macam-macam Najis (Semester 1)
Ilustrasi. (Foto : https://teks.co.id/)


Najis adalah kotoran yang harus dihindari. Najis wajib dibersihkan agar kita kembali suci dan dapat beribadah dengan sempurna.

Allah yang Maha Suci memerintahkan kita agar beribadah dalam keadaan suci dari najis. Karena ibadah tidak sah apabila dilaukan dalam keadaan terkena najis. 

Rasulullah bersabda;

 الطُّهُوْرُ شَطْرُ اْلإِيْمَانِ

"Bersuci adalah sebagian dari iman". 

(Hadis sahih, Riwayat Muslim) (1)


Najis ada tiga macam :

  1. Najis yang berat.
  2. Najis yang ringan.
  3. Najis yang pertengahan.

Najis yang berat disebut najis mughallazah. Contohnya ialah anjing dan babi. Jika benda yang kita pakai dijilat anjing, maka benda itu harus disucikan. Caranya dengan mencuci sebanyak 7 kali basuhan, dan salah satunya dicampur dengan tanah. 

Najis yang ringan disebut najis mukhaffafah. Contohnya kencing anak bayi yang belum mengonsumsi makanan selain air susu ibu. Apabila pakaian kita terkena air kencing adik bayi yang seperti itu maka membersihkannya dengan memercikkan air ke bagian yang terkena najis. 

Najis pertengahan disebut najis mutawassitah Contohnya kotoran manusia, kotoran hewan, darah, nanah, dan bangkai. Air kencing adik bayi yang sudah mengonsumsi makanan juga termasuk najis. Jika pakaian kita terkena kotoran hewan maka pakaian tersebut harus disucikan dengan cara mencucinya sampai bersih. Yaitu sampai hilang bekas kotorannya seperti bau dan warnanya. 


Kesimpulan
  1. Najis adalah kotoran yang harus dihindari dan dibersihkan. 
  2. Najis menyebabkan ibadah salat seseorang tidak sah. 
  3. Najis ada tiga macam, yaitu najis berat, najis ringan, dan najis pertengahan.
  4. Contoh najis ialah air liur anjing, kotoran hewan adan manusia, serta air kencing adik bayi.


Sumber :

DP3R Pustaka Imam Syafi'i. 2019. Fiqih Ibadah, Pengertian Najis dan Macam-macam Najis (Semester 1). Dar Syafi'i : Jakarta.


Note : 

(1) Hadis sahih Muslim

عَنْ أَبِيْ مَالِكْ الْحَارِثِي ابْنِ عَاصِمْ اْلأَشْعَرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الطُّهُوْرُ شَطْرُ اْلإِيْمَانِ، وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلأُ الْمِيْزَانِ، وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلأُ – أَوْ تَمْلآنِ – مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ، وَالصَّلاَةُ نُوْرٌ، وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ، وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ . كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَباَئِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوْبِقُهَا         [رواه مسلم]

Terjemah hadits:

Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu, Dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘subhanalloh walhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, sholat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti (pembela), kesabaran itu merupakan sinar, dan Al Quran itu merupakan hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap jiwa manusia melakukan amal untuk menjual dirinya, maka sebagian mereka ada yang membebaskannya (dari siksa Alloh) dan sebagian lain ada yang menjerumuskannya (dalam siksa-Nya).” (Riwayat Muslim no.223).



Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Founder www.infolabmed.com, tim penulis buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Aktif menulis di https://www.atlm-edu.id/, https://www.indonewstoday.com/, dan https://kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar