IMAD ANALIS - Saya ada pengalaman pribadi, sebelum lebaran dua tahun lalu (Tahun ini 2025) saya mendapat info dari pengasuh anak saya, bahwa saya harus membereskan kayu dan lain sebagainya yang ada di lapangan depan rumah saya agar dibereskan dengan alasan dari tumpukan kayu dan lain lain itu ada ular yang masuk ke rumah tentangga saya.
Kejadian ini sudah berulang kali. Namun, di hari minggu tenang itu saya tergerak untuk mendatanginya dan mengatakan bahwa saya akan membereskannya. Sayapun mengatakan bahwa Anda juga harus membereskan tanaman Anda disitu dan juga batu-batu yang ada disitu.
Saya meninggalkan dia dengan wajah ketus dan tidak menyapa sama sekali, dia merasa tersinggung. Dia mengatakan bahwa saya tidak menghargai dia, tidak menghargai orang yang lebih tua dari saya.
Ya, ini adalah pelajaran. Sesiapa yang ingin dihargai, hargai dahulu orang lain. Saya tidak pernah menyinggung orang lain. Tapi saya akan bertindaka sesuai apa yang dia perlakukan saya. Artinya, Saya merasa dia yang tidak menghargai saya lebih dulu, lantas kenapa saya harus menghargai dia. Seharusnya dia jangan tersinggung dan instrospeksi diri, kenapa saya berlaku demikian.
Itulah kisah dua tahun lalu, biarlah 'diam' saya menjadi cara saya untuk menjaga diri saya agar tetap waras.
Hari ini saya mendapatkan kabar bahwa ada PPPK yang dipindah tugaskan. Saya mendapatkan namanya yang dibagikan secara berantai, dan kebetulan saya mengenal orang tersebut, karena pernah bekerja di tempat yang sama sebelum PPPK.
Saya hanya berharap kejadian ini adalah cara agar saya berhati-hati dalam setiap langkah, makanya Allah tunjukan kisah ini kepada saya.
Dalam hidup ini tidak ada yang pasti, akan ada faktor X yang entah datang secara ajaib dan juga mengejutkan.
Semoga kita semua dalam lindungan Allah, semoga kita terhindar dari fitnah-fitnah, semoga Allah menutupi aib kita. Amiin.
