IMAD ANALIS - Pernah dengar quote "no good deed goes unpunished"? Kisah Minamoto no Yoshitsune ini literal banget cocok dengan pepatah itu.
Dari bayi pelarian jadi jenderal perang legendaris, tapi berakhir tragis karena dirty politics dari orang terdekat.
Dari Ushiwakamaru ke Yoshitsune: Underdog Story yang Epik
Tapi darah samurai dan kecerdasan ayahnya (Minamoto no Yoshitomo) ngalir deras di dirinya.
Fun fact: ilmu pedangnya diajari knight in shining armor versi Jepang—seorang kesatria bertopeng yang ternyata mantan anak buah ayahnya!
Strategi Perang yang Next Level
- Pertempuran Ichi-no-Tani: Serangan flanking dari belakang pasukan Taira—game changer!
- Pertempuran Yashima: Manfaatkan pantai Laut Seto buat surprise attack.
- Dan-no-Ura (1185): Final boss battle dimana klan Taira annihilated berkat taktik naval-nya.
Tapi...
Ditambah fitnah dari Kajiwara Kagetoki (yang literally teman seperjuangan!), Yoshitsune dijulidin sebagai "pemberontak".
Padahal, dia cuma pengen justice for their father.
Pesan yang Relevant Banget untuk Kita Hari Ini:
- "Success breeds jealousy": Kepopuleran Yoshitsune bikin saudaranya sendiri threatened.
- Trust but verify: Surat pengakuan setia ke Yoritomo malah dibaca sebagai "pemberontakan".
- Legacy > popularity: Meski mati sebagai buronan, namanya tetap dikenang sebagai military genius.
Pertanyaan buat Pembaca:
***
