IMAD ANALIS - Tahun 2025 adalah tahun yang bersejarah. Indonesia genap berusia 80 tahun merdeka.
Di tingkat nasional, bangsa ini kini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Turun ke daerah, Jawa Barat dipimpin oleh Gubernur Dedi Mulyadi, sementara Kabupaten Indramayu, tempat saya menetap, dipimpin oleh Bupati Lucky Hakim.
Namun, di balik gegap gempita makro tersebut, ada cerita mikro keluarga-keluarga kecil seperti saya.
Saya bukan siapa-siapa, hanya seorang warga biasa di Indramayu yang tengah berjuang mati-matian agar ekonomi keluarga bisa membaik dan lebih berkembang.
Tahun 2025 ini benar-benar menguji keuangan kami. Anak pertama masuk SMP IT, anak kedua naik ke kelas 2 SD IT, dan anak ketiga akan memulai pendidikannya di SD IT yang sama.
Ya, semua anak saya bersekolah di sekolah IT (Islam Terpadu). Biayanya? Sangat mahal. Tekanannya terasa sekali.
Lalu, mengapa saya nekat? Prinsip saya sederhana: maksimalkan kemampuan sebagai orang tua untuk memberikan basic agama dan pendidikan terbaik tanpa harus berpisah dengan mereka.
Keunggulan besar nya adalah kami masih bisa bertemu setiap hari, menyaksikan langsung perkembangan mereka, sementara ilmu agama yang mereka dapat sangat terstruktur.
Hasilnya? Sungguh di luar ekspektasi. Anak pertama saya yang kini duduk di kelas 1 SMP sudah menghafal Juz 30 dengan lancar, sesuatu yang jauh melampaui kemampuan kedua orang tuanya. Nilai-nilai akademiknya pun rata-rata di atas 90.
Pembelajarannya jelas, terarah, dan terukur. Saya yakin, meski mungkin tidak selalu ranking, kompetisi di kelasnya sangat sehat dan berkualitas.
Di sisi lain, sebagai kepala keluarga, saya terus membenahi sudut pandang. Fakta bahwa gaji saya sebagai ASN PPPK masih lebih rendah dari gaji istri adalah sebuah realita yang harus saya hadapi dengan bijak, bukan dengan ego.
Oleh karena itu, untuk meraih kemerdekaan finansial yang saya impikan, saya memutuskan untuk berinisiatif. Saya merogoh kocek untuk sebuah investasi masa depan: mengembangkan blog berbahasa Inggris di subdomain health.infolabmed.com.
Blog ini saya harap bisa menjadi wasilah, perantara rezeki, agar saya bisa benar-benar “merdeka” secara finansial dan mampu membiayai mimpi-mimpi besar ketiga anak saya.
Di usia 80 tahun Indonesia Merdeka, perjuangan saya dan banyak keluarga lain mungkin berbeda, tetapi semangatnya sama: berjuang untuk kesejahteraan dan masa depan yang lebih cerah.
Amiiin, ya Allah Kabulkanlah.
