IMAD ANALIS - Senin malam, 13 April 2026, rasanya campur aduk. Baru saja saya pulang dari RSHS Bandung, badan agak pegal, pikiran masih sedikit lelah. Tapi begitu sampai di rumah, istri saya langsung melambai-lambaikan tangan sambil tersenyum. "Yuk, makan malam di tempat favorit aku," katanya.
Tanpa banyak tanya, saya ikut saja. Ternyata dia mengajak saya ke salah satu caffee dan eatery di Indramayu yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga saya: Arum Dalu Indramayu.
Istri saya orang Bandung asli. Lidahnya terkenal selektif, apalagi soal rasa manis, gurih, dan pedas. Tapi anehnya, sejak pertama kali dia mencicipi menu Arum Dalu Indramayu, dia langsung jatuh cinta. "Ini lho yang aku bilang," katanya sambil memegang daftar menu.
Menu Andalan yang Selalu Sama, Tapi Tak Pernah Bosan
Tanpa perlu lama berpikir, istri saya langsung memesan dua menu favoritnya: ayam panggang dan sate maranggi. Saya hanya mengangguk. Sebenarnya saya juga sudah hafal dengan seleranya.
Ketika pesanan datang, aroma bakaran kayu langsung menyambut. Saya ambil satu potong ayam panggang, lalu menggigitnya perlahan. Lembut. Sungguh lembut. Dagingnya tidak alot sama sekali, dan yang paling penting: bumbunya meresap banget.
Rasanya agak manis, khas bumbu panggang khas Indramayu yang legit. Tapi jangan salah, kejutan sesungguhnya ada di sambalnya. Pedasnya nendang, segar, lalu berpadu dengan manisnya ayam. Menurut saya, kombinasi ini sempurna. Benar-benar sempurna.
Sate maranggi-nya juga tidak kalah. Potongan dagingnya empuk, dengan sentuhan ketumbar dan jahe yang terasa ringan tapi membumi. Saya suka bagaimana Arum Dalu menyajikan sate ini dengan nasi dan bumbu kecap yang segar. Tidak berlebihan, justru itu kekuatannya.
Harga Masuk Akal, Tempat Nyaman
Saya tipe orang yang selalu menilai apakah harga sebanding dengan rasa dan suasana. Untuk ayam panggang dan sate maranggi di Arum Dalu, saya tidak merasa mahal. Justru cocok. Dengan tempat yang bersih, pencahayaan hangat, dan pelayanan ramah, setiap gigitan terasa seperti penghargaan kecil setelah hari yang panjang.
Buat saya, menu Arum Dalu Indramayu bukan sekadar daftar makanan. Ini adalah cerita tentang istri saya yang dari Bandung bisa merasa "pulang" lewat rasa, dan saya yang ikut menikmati kebahagiaan itu di meja yang sama.
Ngomong-ngomong, ada berbagai pilihan menu Arum Dalu Indramayu selain ayam panggang dan sate maranggi. Kamu suka yang mana? Saya penasaran. Tapi untuk malam itu, dua menu ini sudah lebih dari cukup untuk membuat saya tersenyum sebelum tidur.
