Pengalaman Operasi Kista di RSHS Bandung April 2026: Dari IGD Hingga Pemulihan

April 2026, RSHS Bandung, operasi kista, pengalaman RSHS, menemani operasi, perjalanan ke Bandung, shuttle Bhineka

April 2026, RSHS Bandung – Saya tidak pernah membayangkan akan menghabiskan awal April di sebuah rumah sakit. Tapi hidup memang suka membawa ke tempat yang tidak pernah kita duga. Hari itu, saya sedang menemani adik saya menjalani operasi kista di RSHS Bandung. Awalnya, pikiran saya benar-benar kosong. Tidak terpikir mau ke mana, mau ngapain, atau sekadar kulineran di Bandung. Fokus hanya satu: kesehatan adik.

Perjalanan dimulai pada Selasa malam, 07 April 2026. Kami berangkat pukul 20.00 melalui Shuttle Bhineka yang berada di Singaraja - Indramayu. Tiketnya Rp. 130.000 per orang, dan saya memilih duduk tepat di belakang driver. Sepanjang jalan, saya bersyukur karena tidak ada macet, bahkan tidak melewati jalur berkelok yang biasa bikin mual. Perjalanan terasa cepat, dan sebelum tengah malam saya sudah sampai di Pasteur Bandung.

Dari Pasteur, saya langsung memesan ojek online. Di ponsel saya, cuma ada satu aplikasi: Grab. Singkat cerita, saya diantarkan ke RSHS Bandung dan tiba sekitar pukul 23.00. Suasana malam itu cukup ramai oleh pedagang yang berjajar rapi di lorong dekat taman samping RSHS. Saya masuk, menuju IGD, dan bertanya pada satpam di mana ruangan Ginekolog lantai 6 kamar 621. Beliau dengan ramah mengarahkan ke salah satu gedung. Tak lama, HP saya berdering. Ibu saya sudah menunggu di lantai 1.

Mulai malam itu, saya resmi menemani ibu dan adik yang sedang berjuang keras untuk kesehatannya. Saya meninggalkan istri yang sedang menghadapi MOOC ASN (PPPK) dan tiga anak saya yang setiap pagi harus berangkat sekolah. Tidak mudah, tapi keluarga besar di PKM Sindang sangat memahami kondisi ini.

Rabu, 8 April 2026, pukul 11.00 adalah waktu yang paling saya tunggu sekaligus khawatirkan. Adik saya akhirnya masuk ruang operasi kista. Menurut penuturannya, kista berada di indung telur, lalu di rahim ada miom, dan ternyata ada perlengketan usus di dekat rahim. Itu sebabnya rasa nyerinya begitu luar biasa, bahkan sampai terasa seperti keram hebat.

Saya menunggu di luar ruang operasi dengan perasaan campur aduk. Baru pukul 15.00 lebih adik saya keluar. Saya sempat bertanya-tanya, kenapa bisa selama itu? Ternyata, saat operasi berlangsung, dokter menemukan perlengketan usus yang tidak terdeteksi sebelumnya. Akhirnya, metode laparoskopi yang direncanakan berubah total menjadi metode bedah, mirip dengan operasi Caesar.

Saya jadi teringat pengalaman saya sendiri dulu saat didiagnosis hernia. Sakit akibat operasi di area perut memang luar biasa. Saya merasakannya dulu, dan sekarang saya melihat adik saya mengalaminya.

Alhamdulillah, setelah menjalani perawatan intensif, adik saya diperbolehkan pulang pada hari Sabtu, 11 April 2026. Total empat hari saya izin dari pekerjaan untuk mendampingi di Bandung. Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih kepada Teh Susan yang sudah menggantikan saya di Lab. Terima kasih untuk keluarga yang selalu memberi ruang. April 2026 ini benar-benar meninggalkan cerita yang tidak akan saya lupakan.

Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK

Founder infolabmed.com, bankdarah.com, buku pertama "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Content writer di atlm-edu.id, indonewstoday.com, eksemplar.com dan kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com. Media sosial : https://lynk.id/imaduddinbadrawi.

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak