Peneliti Temukan Obat Baru Penurun Kolesterol

Posting Komentar
Ilustrasi | http://health.liputan6.com/
Liputan6.com, Jakarta Beberapa perusahaan farmasi dunia saat ini sedang mengembangkan obat terbaru untuk menurunkan kolesterol. Dalam penelitiannya, obat ini disebut-sebut dapat menurunkan kolesterol tinggi yang tidak dapat dibantu lagi dengan lipitor atau statin.

Melansir laman Time, Senin (31/3/2014), hasil penelitian obat ini dipresentasikan pada Sabtu lalu di sebuah konferensi American College of Cardiology di Washington. Menurut peneliti, obat ini ditujukan bagi jutaan lebih penderita kardiovaskuler di seluruh dunia yang memiliki LDL (kolesterol buruk) tinggi.

Tiga studi Amgen Inc 's yang melibatkan sekitar 2.000 pasien, menamainya obat ini evolocumab (baca: ev-oh-Loke-you-mab). Dokter kemudian menguji obat pada orang dengan kolesterol tinggi tanpa mengambil obat-obatan lain. Dan untuk jangka panjang (satu tahun) pengobatan pada orang yang sudah memakai berbagai obat diberikan statin dan obat lain terutama yang memiliki gangguan kolesterol berdasarkan keturunan. 

Hasilnya, obat ini dapat menurunkan LDL atau kolesterol buruk sebanyak 55 hingga 66 persen dari tingkat dasar dibandingkan dengan orang lain yang mengambil obat palsu (plasebo). Ditambah lagi, secara umum, tingkat efek samping untuk evolocumab seperti nyeri otot, mual dan beberapa masalah lain sedikit lebih rendah daripada obat lainnya. "Secara keseluruhan hasilnya sangat menggembirakan," kata Direktur medis eksekutif Amgen, Dr Scott Wasserman. 

Hal ini juga menyenangkan seorang ahli jantung di Carolina HealthCare System, Dr Hadley Wilson. Mneurutnya, Ia akan senang bila obat ini segera disetujui.

Sebelumnya, hampir semua obat kolesterol saat ini termasuk fibrat, niasin dan statin sangat laris selama puluhan tahun. Statin seperti Lipitor, Zocor dan Crestor. Sedangkan Zetia yang keluar sekitar satu dekade lalu dapat membantu memblokir penyerapan kolesterol dari usus.

"Tapi walaupun ada minat yang besar untuk obat ini, para dokter akan menunggu bukti untuk efek samping dalam menurunkan risiko jantung," kata seorang ahli jantung dari Northwestern University dan juru bicara American Heart Association, Dr Neil Stone.

Sedangkan juru bicara Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA), Sandy Walsh, menyarankan untuk penelitian lebih lanjut. 

(Melly Febrida) - See more at: http://health.liputan6.com/read/2030250/peneliti-temukan-obat-baru-penurun-kolesterol#sthash.9LNWjrgg.dpuf
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Founder www.infolabmed.com, tim penulis buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Aktif menulis di https://www.atlm-edu.id/, https://www.indonewstoday.com/, dan https://kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar