Menjelang Pilkada Indramayu 2020, Paslon Sholawat Kerahkan Santri Milenial Door to Door Rumah Warga

Menjelang Pilkada Indramayu 2020, Paslon Sholawat Kerahkan Santri Milenial Door to Door Rumah Warga. Sebulan menjelang Pilkada Indramayu 2020, pasukan santri milenial disebar pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, Muhamad Sholihin-Ratnawati (Sholawat).

Menjelang Pilkada Indramayu 2020, Paslon Sholawat Kerahkan Santri Milenial Door to Door Rumah Warga


Para santri milenial ini dikerahkan secara door to door berasal dari satu kampung ke kampung lainnya.


Ada tiga kelompok pasukan santri milenial dibentuk, mereka bakal menyasar ke tempat pilihan (Dapil) padat masyarakat bersama misi menyapa warga.


Mereka termasuk bakal berharap izin untuk menempelkan stiker Paslon Sholawat di rumah warga sebagai wujud dukungan.


Calon Wakil Bupati Indramayu, Ratnawati mengatakan, bersama mengenakan atribut khas santri, berwujud peci dan sarung dan juga kaos biru bertuliskan Sholawat, pasukan santri milenial itu resmi disebar di Kampung Rawa Dalem, Desa Sukaurip, Kecamatan Balongan, sejak Minggu (8/11/2020) kemarin.


"Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan bermacam elemen rakyat Indramayu kepada pasangan Sholawat no urut 1," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (9/11/2020).


Istri berasal dari Anggota DPR RI berasal dari Fraksi Demokrat itu berpesan kepada pasukan santri milenial untuk melindungi etika dan kesantunan selagi terjun di tengah masyarakat.


Relawan Sholawat disebutkan dia, perlu menjadi umpama yang baik.


“Kalian ini kan duta-duta kami yang bakal menyapa warga mewakili pasangan Sholawat. Karena itu, jangan buat rakyat tersinggung apalagi terluka gara-gara sikap tak santun, perlu menyapa bersama penuh kesopanan dan keikhlasan agar rakyat senang,” ujar dia.


Sementara itu, Calon Bupati Indramayu, Muhamad Sholihin mengucap terima kasih atas dukungan yang diberikan para santri.


Calon Bupati yang pernah menjadi santri itu, apalagi mengaku mendapat suntikan kekuatan baru dan semangat lebih untuk kelak dipercaya untuk memimpin Kabupaten Indramayu.


“Terimakasih kepada seluruh relawan. Alhamdulillah, kebetulan saya termasuk pernah pernah mondok dan menjadi santri. Jadi kebangetan jikalau santri tidak menolong santri,” ujar dia. (sumber : Tribun News