• Jelajahi

    Copyright © Imad Analis Blog
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Membangun Hubungan Berkualitas dengan Anak: Teori vs. Kenyataan dalam Keseharian

    Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
    Rabu, 13 Desember 2023, 05.46 WIB Last Updated 2023-12-13T13:46:04Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

    Membangun Hubungan Berkualitas dengan Anak Teori vs. Kenyataan dalam Keseharian

    IMADANALIS - Menjalin hubungan dengan anak itu susah-susah gampang. Tapi, gampang-gampang susah. Membangun hubungan anak itu intinya fokus dengan kebersamaan, selalu melakukan kegiatan bersama.

    Teori memang mudah, tapi pada kenyataannya ketika kita cape, anak akan diberi gadget  dan kita akan melepas lelah seperti tidur, sehingga tontonan anak tidak akan terkontrol. 

    Saya faham dengan  hal itu, diantara kesibukan bekerja, alhamdulillah saya masih bisa menghabiskan waktu dengan anak-anak. 

    Memperlakukan anak itu dengan aturan. Aturan yang disepakati bersama, antara orang tua dan anak. 

    Misal, saya mewajibkan shalat tepat waktu. Mashallah, setiap adzan anak-anak yang akan menarik saya yang 'agak' malas dan bahkan sering mendunda shalat ini menjadi tergerak karena sudah berkomitmen bersama dengan anak-anak.

    Namun, anak-anak juga di ajarkan 'pengecualian' terhadap sebuah aturan, sehingga apa yang mereka terima tidak 'mutlak'. Jangan sampai mereka memahami sebuah aturan itu baku, tapi fleksibel, mengajarkan cara berfikir atau memecahkan masalah dengan sudut pandang yang lain. 

    Jika wudhu biasanya harus pakai air, kita ajarkan bahwa ada riwayat atau hadits yang berbunyi selain dengan air wudhu bisa dengan debu, dan penjelasan lain yang memang ada dasarnya dalam arti ada haditsnya. 

    Hal ini untuk membuat cara berfikir anak agar kritis tapi tidak asbun (asal bunyi). Iya, ini hanya teori saya, sayapun masih belajar, dan apa yang saya tuliskan diatas hanya sebagai bahan saya mengingatkan diri sendiri akan komitmen saya dengan anak-anak.

    Dalam hal pendisiplinan-pun, saya dan istri sepakat harus memberikan contoh sesuai dengan apa yang kita sepakati. Misal, jika waktunya shalat tiba, walaupun kita sedang nanggung nonton tv, atau nanggung balas WA, kita wajib STOP. 

    Hal ini mengajarkan kepada anak, bahwa hal yang sudah kita sepakati memang harus benar-benar dijalankan tanpa tapi.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini