IMADANALIS - Halo, teman-teman pembaca setia! Saya Imadanalis di sini, si penulis yang sudah gemar ngeblog sejak 2008. Biasanya, saya curhat tentang dunia teknologi dan keseharian dengan gaya yang santai. Kali ini, ceritanya agak spesial nih, karena datang dari pengalaman langsung di tempat kerja.
Jadi ceritanya, suatu hari ada seorang bidan senior yang baik hati meminta tolong pada saya. Beliau minta dibuatkan form pemeriksaan laboratorium yang biasa digunakan untuk rujukan pasien. Form biasa. Cetak, isi manual, simpan.
Tapi otak saya yang sudah telanjur kebanyakan mikir ini langsung melompat lebih jauh. Daripada cuma bikin form yang nantinya juga akan numpuk di map-map, kenapa tidak saya tawarkan solusi yang lebih rapi dan kekinian? Akhirnya, dengan semangat, saya pun menawarkan, "Bu, gimana kalau saya bikinkan aplikasi khusus untuk Bunda? Sebuah Aplikasi untuk Bidan Praktek."
Reaksi beliau campur aduk antara antusias dan bingung. Dan saya paham sekali. Dalam pengamatan saya selama ini, banyak sekali tenaga kesehatan di garis depan, terutama bidan di praktek mandiri, yang masih sangat bergantung pada buku catatan besar, map berdebu, dan arsip fisik yang rentang hilang. Bukan karena tidak mau modern, tapi seringkali akses terhadap teknologi yang user-friendly dan terjangkau masih menjadi kendala.
Nah, aplikasi yang saya kembangkan ini hadir untuk menjembatani itu semua. Saya sebut saja ini sebagai SIM Bidan – Sistem Informasi Manajemen untuk Bidan.
Aplikasi untuk Bidan Praktek Ini, Fiturnya Apa Saja?
Secara garis besar, aplikasi ini dirancang untuk mengcover alur kerja dasar di praktek bidan dengan rapi dan digital. Ini rincian sederhananya:
Pendaftaran Pasien yang Cerdas. Begitu pasien masuk, data langsung diinput. Pertanyaan pertama: apakah pasien ini ibu hamil atau bukan? Jawabannya akan menentukan alur selanjutnya, jadi lebih terstruktur.
Proses Anamnesa yang Adaptif. Ini yang keren! Tampilan anamnesa akan otomatis menyesuaikan. Jika pasien ibu hamil, yang muncul adalah pertanyaan-pertanyaan pemeriksaan kehamilan (HPHT, gravida, dll). Kalau pasien umum (KB, pemeriksaan biasa), tampilannya pun akan sesuai untuk kebutuhan anamnesa umum. No more kebingungan!
Pemeriksaan Penunjang Terintegrasi. Bagian untuk mencatat hasil lab, USG, atau rontgen. Jadi, semua data pendukung diagnosis bisa tersimpan rapi dalam satu file pasien, tidak tercecer.
Pelaporan (Reporting) yang Powerful. Ini jantungnya! Semua nama pasien, riwayat, dan rekam medis terkumpul di sini. Keunggulan besarnya: data pasien tidak perlu diinput ulang saat kontrol berikutnya. Tinggal buka nama pasien, dan semua riwayatnya ada. Kontrol baru tinggal ditambahkan sebagai entri baru dalam rekam medis yang sama. Pelaporannya juga bisa difilter, misal berdasarkan kategori pasien atau rentang usia. Sangat membantu untuk evaluasi dan laporan bulanan.
Berapa Investasi untuk Efisiensi Ini?
Saya menjual Aplikasi untuk Bidan Praktek versi dasar dengan semua fitur di atas seharga Rp 200.000 saja. Bayangkan, dengan sekali investasi, Bunda sudah memiliki tools digital yang setara dengan SIMRS klinik besar, tapi dalam versi yang sangat sederhana dan mudah digunakan.
Kalau nantinya ada kebutuhan tambahan fitur khusus (misal, tambah modul stok obat, atau koneksi ke printer tertentu), saya bisa bantu update dengan biaya penyesuaian Rp 100.000 per update.
Manfaatnya Jelas, Praktik Jadi Lebih Terkelola.
Dengan aplikasi ini, ibu bidan bisa menghemat waktu pencarian data, mengurangi risiko kesalahan catat, dan yang paling penting: rekam medis jadi terdigitalisasi dan aman. Data pasien lama pun bisa dengan mudah di-retrieve. Praktik jadi terlihat lebih profesional dan terstruktur.
Jadi, buat para bidan yang siap melangkah ke era digital dengan cara yang simpel dan terjangkau, Aplikasi untuk Bidan Praktek atau SIM Bidan ini bisa jadi jawabannya.
Yang berminat untuk diskusi lebih lanjut atau mau pesan, bisa langsung hubungi saya via WA: 085862486502. Saya Imadanalis, siap membantu modernisasi praktek Bunda!
Salam sehat dan semangat selalu, Imadanalis
