IMAD ANALIS - Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar. Allahuakbar walillahilham. Bergema takbir terdengar ketika saya naik ke loteng, suara takbir bersahut-sahutan terdengar dari sepenjuru kota Indramayu.
Alhamdulillah, tidak terasa Idul Adha, perayaan ummat Islam untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim A.S dalam berserah diri kepada Allah sang pemilik alam semesta.
Meneladani kurban pada kisah Nabi Ibrahim, mencontohkan untuk ikhlas atas harta yang paling kita sayangi.
Kita diajarkan untuk melepas keduniawian. Hidup harus tawadhu, tidak bergelimang harta duniawi.
Hal itu pula yang di contohkan oleh Nabi Muhammad S.A.W dan khulafaurrasyidin.
Para Khalifah tidak berani mencontohkan seorang pemimpin yang bergelimang harta. Harta mereka diserahkan ke baitul Mal untuk kepentingan ummat.
Ya, kita sudah punya tauladan seperti itu. Kini, apakah kita sanggup mengaplikasikannya?
Harta yang kita cintai, keduniawian yang kita cintai. Apakah kita rela untuk mengeluarkan kurban Rp. 4juta?
Kambing yang saya beli seharga Rp. 4.200.000.
Kambing tersebut saya beli dari sahabat di Widasari.
Alhamdulillah, Allah telah memberikan karunia dan rahmatnya sehingga Keluarga kami bisa berkurban.
Semoga Allah memberikan petunjuk dan rahmat kepada kami. Amiin.
