Hari Suwandi Minta Maaf Ke Aburizal Bakrie

Posting Komentar

Hari Suwandi



Jakarta. Salah seorang korban lumpur Lapindo, Hari Suwandi, melakukan aksi mengejutkan saat berjalan kaki dari Porong, Sidoarjo ke Jakarta. Namun, kini Hari muncul dengan kejutan yang lebih dahsyat. Dia menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada Aburizal Bakrie.

Pernyataan maaf dan penyesalan ini dia sampaikan saat diwawancarai TVOne secara live pada Rabu (24/7/2012) malam. Wawancara presenter Tvone Indriarto Priadi dengan Hari juga dipublikasikan di website TVOne hingga hari ini, Kamis (25/7/2012).

Saat didatangkan ke studio TVOne, Hari mengenakan baju lurik lengkap dengan blangkon di kepalanya. Hari didampingi sang istri yang menggendong anak balitanya.

Ketika diwawancara, Hari Suwandi menjawab semua pertanyaan Indriarto dengan lancar dan mengaku tidak dalam tekanan. Namun dia sempat mengucapkan 'korban Lumpur Lapindo', yang akhirnya ia ralat dengan menyebut 'korban Lumpur Sidoarjo'. Dia juga menangis saat menyampaikan permintaan maaf kepada Aburizal Bakrie dan keluarganya.

Berikut wawancara Indriarto Priyadi dengan Hari Suwandi selengkapnya:

Indiarto Priyadi (IP): Di sini ada Pak Hari Suwandi dengan tongkat kebesarannya. 25 Hari dalam perjalanan, dari Porong ke Jakarta. Di Jakarta juga berjalan kaki terus menerus dengan tongkat kebesarannya ini. Tongkat apa maknanya?

Hari Suwandi (HS): Ya. Tongkat ini satu kekuatan untuk melakukan jalan, sekaligus sebuah teman setia pada waktu saya melakukan perjalanan malam sendiri.

IP: Jadi bisa juga untuk mukul orang kalau ada orang nakal?

HS: Tidak juga.

IP: Pak Hari Suwandi melakukan perjalanan ke Wisma Bakrie, kemudian ke Istana presiden, tentu ada sebuah tujuan. Tercapai tujuannya?

HS: Yang jelas, tujuan kami sampai saat ini apalagi ke pemerintah., yang jelas, selama 16 hari kami di sini, tidak ada satu pun pemerintah yang menemui saya. Saya juga berubah pemikiran, karena kami manusia sudah dewasa, kami juga mempunyai berbagai sendiri. Yang intinya, kami sangat menyesali tindakan kami yang melakukan aksi jalan kaki dari Porong sampai Jakarta, dengan tujuan kami memohon kepada pemerintah segera menyelesaikan masalah ini. Tapi kenyataannya nggak bisa.

IP: Sebentar, Anda mengatakan menyesali perbuatan Anda berjalan kaki? Mengapa Anda menyesali?

HS: Karena untuk saat ini, saya yakin dan saya percaya bahwasanya keluarga besar Aburizal Bakrie mampu menyelesaikan suatu permasalahan yang ada di Sidoarjo, khususnya warga korban lumpur Lapindo, eh warga korban lumpur Sidoarjo, yang berada di Perpres 14/2007.

IP: Anda yakin untuk itu?

HS: Saya yakin sekali

IP: Anda menyatakan ini atas dasar apa? Apakah dipaksa, tertekan atau Anda...?

HS: Sekali lagi saya katakan. Saya manusia dewasa, dan saya tahu semua permasalahannya. Dan Aksi ini kami lakukan karena dorongan dari kawan-kawan yang tidak bertanggung jawab. Yg intinya saya hanya sebagai tameng.

IP: Anda mengatakan Anda didorong orang lain? Makanya anda berjalan dan Anda menyesali itu? Anda juga di beberapa tempat menyatakan meminta keluarga Aburizal Bakrie bertanggung jawab dan sebagainya? Anda menyesal mengatakan itu? Apakah Anda mengatakan ini dari dasar hati Anda?

HS: Saya betul-betul sangat-sangat menyesal sekali. Pada dasarnya keluarga Bakrie masih mampu menyelesaikan semua permasalahan di korban lumpur Sidoarjo tepat pada waktunya, dan kami sebagai manusia tak luput dari kesalahan kami. Saya Hari Suwandi sekeluarga memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga besar Aburizal Bakrie, khususnya Bapak Aburizal Bakrie, yang mana dalam perjalanan saya dari Porong sampai ke Jakarta, saya banyak mencemarkan nama baik Aburizal Bakrie. Oleh sebab itu, saya sebagai manusia biasa, tak luput dari salah, sekali lagi saya ucapkan mohon maaf kepada Bapak Aburizal Bakrie, memohon maaf kepada semua keluarga besar Aburizal Bakrie dan saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada keluarga Bakrie. Karena hanya keluarga Bakrielah yang bisa menyelesaikan semua permasalahan di Sidoarjo. Khususnya warga korban lumpur Sidoarjo yang berada di Perpres 14/2007 (Hari Suwandi menyampaikan kalimat ini sambil menangis).

Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Aburizal Bakrie. Dan saya percaya bahwa keluarga Bakrie bisa menyelesaikan semua permasalahan yang ada di Sidoarjo.

IP: Mengapa Anda sampai menyampaikan seperti ini? Apakah ada keluarga Bakrie yang mendatangi Anda? Marah-marah atau menekan pada Anda?

HS: Gak juga. Kami sering melakukan aksi. Setiap kami melakukan aksi selalu mengolok-olokkan keluarga Bakrie, bahkan kami juga pernah datangi keluarga Bakrie., termasuk orangtuanya Bakrie. Searang kami sangat-sangat menyesal sekali.

IP: Bapak tidak pernah berpikir ini sebelumnya sebelum berangkat ke sini ?

HS: Yang jelas, saya tidak pernah berpikir sebelumnya karena kejadian ini reflek dan tiba-tiba. Saya punya inisiatif sendiri. Karena dorongan warga saya, setiap hari menangis dan meminta tolong kepada saya, tetapi ternyata mereka hanya menjadikan saya sebagai sebuah alat.

IP: Kalau kemudian tadi Anda mengatakan didorong orang-orang tertentu? Anda tahu siapa mereka?

HS: Yang jelas, kami tahu orangnya. Dan mungkin Pak Andi juga tahu siapa orangnya.

IP: Andi siapa?

HS: Bapak Andi Darussalam., pasti tahu orangnya. Yang jelas, saya juga minta maaf kepada Pak Andi. Karena Pak Andi sering berkoordiasi dengan kami. Dan pada saat ini, kami mungkin sudah lama gak ada koordinasi dengan Pak Andi. Mungkin saya diprovokasi oleh kawan-kawan, sehingga saya melakukan aksi seperti ini.

(Kemudian IP menghubungi Andi Darussalam yang sedang dirawat di Singapura. Perbincangan AP dengan Andi Darussalam cukup lama menanyakan tentang HS dan juga seluk beluk permainan dalam penyelesaian korban lumpur Sidoarjo).

IP: Pak Hari, Anda mengatakan minta maaf, merasa menjadi korban dari orang-orang yang mendorong Anda? Kalau selanjutnya apa yang hendak Anda lakukan? Anda akan kembali ke Porong Sidoarjo, kemudian apa? Jangan-jangan Anda akan dimarahi oleh banyak orang. Jangan-jangan media yang tidak suka dengan apa yang Anda lakukan sekarang akan bisa melawan Anda? Atau orang-orang yang sebeumnya mendorong Anda akan jadi lawan Anda?

HS: Terima kasih. Itu adalah risiko dari saya dan saya akan bisa mencounter apa yang mereka katakan. Yang jelas, saya berangkat dari Porong sampai Jakarta tidak ada dukungan siapa pun dan yang jelas datang dari Porong ke Jakarta atas inisiatif saya pribadi. Jadi saya tidak ada kendala warga akan marah ke saya, itu tidak ada.

IP: Anda sebelumnya ngomong bahwa Anda didorong-dorong orang tertentu?

HS: Yang jelas, hanya sebagian kecil satu dua orang saja. Itu pun mereka tidak ada komitmen, untuk memberi penyemangat saya, pada waktu saya jalan kaki. Telepon atau SMS saja, mereka tidak pernah. Jadi saya hanya jadi alat permainan mereka. Sekali lagi saya tidak ada ganjalan dalam hati saya, walaupun perjuangan saya ke Jakarta ini tidak berhasil.

IP: Terakhir. Apa yang Anda lakukan?

HS: Yang jelas, yang saya lakukan, saya akan kembali ke kampung saya di Desa Tulangan, dan melakukan aktivitas sehari-hari.

(IP mewawancarai Andi Darussalam lagi dan meminta tanggapan Andi Darussalam terkait dengan permintaan maaf HS kepada keluarga Bakrie)

IP: Semua baik-baik saja? Ibu, baik-baik saja?

HS: Alhamdulillah baik semua.

IP: Habis ini kembali bertani? Atau bisnis apa yang dilakukan di sana?

Untuk sementara kami masih nganggur. Kemungkinan dalam waktu dekat, kami akan merantau juga untuk mencari kehidupan baru , dan juga saya ucapkan banyak-banyak terima kasih karena aset istri saya sudah terbayar lunas, Pak (sambil tersenyum). Jadi istri saya sudah terbayar lunas pada tahun 2009. Ini pun menunjukkan bahwa keluarga Bakrie memiliki komitmen untuk menyelesaikan semua warga korban lumpur di Sidoarjo. Ini terbukti aset istri saya sudah dibayar lunas.

IP: Terima kasih Bu, terima kasih Pak, sudah duduk di sini memperjelas situasi. Selamat jalan sampai tujuan, dan membereskan segala sesuatunya.

(asy/nrl) 
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Founder www.infolabmed.com, tim penulis buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Aktif menulis di https://www.atlm-edu.id/, https://www.indonewstoday.com/, dan https://kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar