Enam Kecamatan di Indramayu Alami Kekeringan Ekstrem

Posting Komentar
http://www.pikiran-rakyat.com/

INDRAMAYU, (PRLM).- Enam kecamatan di Kabupaten Indramayu mengalami kekeringan ekstrem dalam dua bulan ke depan. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indramayu melakukan pantauan khusus terhadap daerah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Indramayu Masdik, didampingi Kasi Kedaruratan Andy Agustian, menyebutkan, berdasarkan data BMKG Bogor, enam desa di enam kecamatan mengalami kekeringan ekstrem dalam dua bulan ke depan. Dia memerinci, yaitu Desa Tulangkacang Kecamatan Patrol, Desa Losarang Kecamatan Losarang, Desa Cidempet Kecamatan Arahan, Desa Sukadana Kecamatan Tukdana, Desa Bondan Kecamatan Sukagumiwang, dan Desa Bantarhuni Kecamatan Gantar.

"Tidak menutup kemungkinan, di satu kecamatan itu tidak hanya satu desa. Bisa saja lebih," ucapnya.

Dia menjelaskan, keenam kecamatan itu dikategorikan zona kekeringan ekstrem lantaran sebelumnya dikategorikan kekeringan sangat panjang. Pasalnya, daerah tersebut selama lebih dari 60 hari lalu tidak ada air hujan sama sekali.

Dengan kondisi demikian, menurut dia, areal persawahan akan sangat terganggu, terutama kemungkinan akan gagal panen. Selain itu, dikhawatirkan masyarakatnya kekurangan air bersih.

Untuk mencegah dampak yang lebih luas, pihaknya akan melakukan pemantauan khusus kondisi enam wilayah yang mengalami kondisi ekstrem ini. "Kami akan berkoordinasi dengan kecamatan. Sejauh ini dari camat belum mengajukan air bersih, kemungkinan ekstrem ini kategori pertanian," ucapnya.

Di samping itu, kata Masdik, pihaknya tengah menunggu realisasi permohonan bantuan dari Pemprov Jabar untuk siaga darurat sekitar Rp 1,2 miliar. Kemudian, dia juga akan meminta bantuan dari BNPB sekitar Rp 2 miliar untuk dana tanggap darurat.

"Pengajuan ke pemprov pada 31 Juli 2015. Kabarnya realisasi akhir Agustus ini. Kalau pengajuan ke BNPB diupayakan secepatnya setelah kami melengkapi persyaratan," katanya.

Masdik menyebutkan, ada tiga persyaratan untuk memperoleh bantuan dari BNPB. Ketiga syarat itu, yaitu SK Bupati tentang Siaga Darurat, pernyataan bupati tentang Siaga Darurat, dan pernyataan dari BMKG.

"Tinggal pernyataan dari BMKG yang belum kami lengkapi. Analisis sudah diperoleh, tapi pernyataan sedang diproses oleh BMKG. Paling telat minggu depan diharapkan proposal ke BNPB sudah masuk," ucapnya.

Sementara itu, Camat Gantar Asep Mahmud menilai, dari tujuh desa di Kecamatan Gantar, bukan hanya Desa Bantarhuni yang kekeringan ekstrem, melainkan seluruhnya. Pasalnya, persawahan di wilayahnya bergantung pada sumur pantek lantaran ketiadaan saluran irigasi.

Menurut dia, sekitar 2.000 hektare sawah mengalami gagal panen dari total lahan seluas 4.000 hektare. Selain persawahan, seluruh wilayahnya mulai mengeluhkan kekurangan air bersih.

Untuk itu, Asep meminta bantuan Dandim 0616 Indramayu Zaenudin sebagai komando masalah kekeringan untuk memperdalam sumur pantek. Di samping untuk persawahan, pendalaman itu pun untuk memenuhi kebutuhan air warga, terutama minum. (Asep Budiman/A-89)

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2015/08/13/338127/empat-kecamatan-di-indramayu-alami-kekeringan-ekstrem
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Founder www.infolabmed.com, tim penulis buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Aktif menulis di https://www.atlm-edu.id/, https://www.indonewstoday.com/, dan https://kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar