Dorong UMKM Masyarakat dengan Keripik Kersen

Posting Komentar

http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi
INDRAMAYU, (PRLM).- Tumbuh semai dan liar di Desa Bangodua, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, pohon kersen dikenal dengan buahnya yang kecil dan manis berwarna merah cerah. Namun, pohon ini banyak dipakai sebagai tanaman peneduh saja.

Dalam pandangan masyarakat setempat, tanaman kersen tak bernilai ekonomis sama sekali. Akan tetapi, pandangan tersebut mulai berubah tatkala sekelompok mahasiswa Universitas Wiralodra Kabupaten Indramayu mengolahnya menjadi penganan keripik kersen.

Tak sebatas menjalankan tugas perkuliahan, Kelompok 27 KKN Unwir itu memandang keberadaan tanaman kersen dapat mendorong perekonomian desa. Pemanfaatan tanaman kersen diyakini mereka dapat menjadi nilai tambah ekonomi keluarga yang selama ini hanya bergantung pada padi.

Ketua Kelompok KKN 27 Unwir, Melina, melihat masyarakat Desa Bangodua dari segi UMKM masih kurang dan banyak pengangguran. Atas keprihatinan itu, mereka pun bertekad dapat memberdayakan ekonomi masyarakat.

"Kami lihat banyak yang menganggur, termasuk ibu-ibunya. Melihat hal itu, kenapa enggak kami bikin kegiatan masyarakat agar tidak menganggur," kata Melina, mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi angkatan 2012.

Berangkat dari semangat tersebut, akhirnya mereka pun menelurkan ide untuk membuat suatu produk dari pohon kersem, begitu orang Indramayu menamainya. "Kami lihat banyak pohon kersen. Dari situ, kami cari manfaat pohon kersen. Kami pun membaca di internet ternyata banyak khasiatnya, berarti bisa dimakan," ucapnya.

Dari sekian manfaat, Melina dan kawan-kawannya menjatuhkan pilihan untuk mengolah daun tanaman bernama Latin, Muntingia calabura L, menjadi keripik kersen. Menurut dia, dipilihnya bagian daun karena yang paling banyak mengandung khasiat.

"Manfaat daun kersen, antara lain, antiseptik, antiinflamasi, memperbaiki fungsi otot jantung, diabetes melitus, borok, asam urat, dan kolesterol," ucapnya.

Kelompok yang beranggotakan 23 mahasiswa berbagai jurusan itu pun menilai keripik kersen adalah olahan paling tepat. "Kalau dibuat lalab, rasanya pahit. Kalau dibuat keripik kan tahan lama. Selain praktis juga ekonomis dalam pembuatannya," ujarnya.

Setelah melalui berbagai percobaan, akhirnya terciptalah keripik kersen yang rasanya seperti keripik bayam. Sukses dengan kreasinya, para akademisi itu pun mengajak masyarakat setempat yang tergabung dalam kelompok wanita tani sekitar 20 orang.

Adapun bahan pembuat hanya terdiri atas daun kersem, tepung terigu, margarin, dan minyak. Sementara bumbunya berupa ketumbar, kemiri, bawang putih, garam, penyedap rasa, gula, dan air.

“Pertama, cuci daun kersen dengan air garam, tiriskan, lalu haluskan bumbu. Selain itu, masukkan tepung dan margarin, kemudian masukkan bumbu, campur dengan air aduk hingga encer. Panaskan minyak dalam wajan, lalu masukkan daun kersen yang telah dimasukkan ke adonan dan goreng hingga kering,” tuturnya.

Dalam pengepakannya, mereka mencoba tiga jenis kemasan, yakni ukuran kecil, sedang, dan besar. Ke depan, dia berharap warga dapat mengembangkannya menjadi usaha produktif.

Ketua PKK Desa Bangodua, Toningsih, mengaku tak pernah terpikirkan olehnya dan masyarakat bahwa daun kersen bisa diolah. "Ide bagus ini akan kami upayakan agar menjadi salah satu usaha desa," katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Unwir, Dudung Indra Ariska, bersyukur dan bangga atas pencapaian Kelompok 27 KKN dalam mendorong perekonomian masyarakat dari segi UMKM. Dia menilai, upaya mereka di masyarakat sesuai dengan harapan Unwir, yaitu bisa beradaptasi dan memberi banyak manfaat bagi masyarakat. (Asep Budiman/A-147)***
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2015/09/07/341414/dorong-umkm-masyarakat-dengan-keripik-kersen
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Founder www.infolabmed.com, tim penulis buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Aktif menulis di https://www.atlm-edu.id/, https://www.indonewstoday.com/, dan https://kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar