Heptitis B dan cara vaksinasinya

Posting Komentar
Artikel ini diambil dari situs www.imunisasidewasa.com tentang Virus Hepatitis B. Vaksinasi Hepatitis B yang efektif telah tersedia selama lebih dari 20 tahun, tetapi transmisi perinatal dan paparan terhadap virus pada awal kehidupan merupakan sumber penularan utama. Asia Tenggara merupakan daerah endemik infeksi virus Hepatitis B, dimana 8% atau lebih merupakan karier Hepatitis B dan risiko infeksi selama hidup bervariasi dari 60-80%. 

Jika membutuhkan penjrlasan tentang hepatitis sebelumnya anda bisa download disini Hepatitis : take from Makalah. Sebetulnya Hepatitis bisa di cegah dengan cara non imunisasi dan imunisasi.  Dimana Non Imunisasi dapat dilakukan dengan cara, menghindari kontak dengan darah maupun cairan tubuh pasien yang terinfeksi virus Hepatitis B, tidak menggunakan jarum suntik dan alat kedokteran yang tidak steril, menghindari hubungan seksual yang tidak aman.

Sedangkan cara Imunisasi berupa imunisasi pasif dan aktif. 
  1. Imunisasi Pasif . Imunitas pasif yang didapat melalui anti-HBs dapat melindungi individu dari infeksi Hepatitis B akut dan kronik bila diberikan segera setelah paparan, dengan menggunakan imunoglobulin yang mengandung titer anti-HBs yang tinggi. Profilaksis pasca paparan diberikan kepada bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita Hepatitis B, paparan membran mukosa atau kulit terhadap darah yang terinfeksi virus Hepatitis B, dan kontak seksual pada pasien yang HBsAg positif. Imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) juga digunakan untuk melindungi pasien dari infeksi Hepatitis B rekuren setelah transplantasi hati. Efektivitas imunoglobulin Hepatitis B adalah 75% untuk mencegah Hepatitis B yang bermanifestasi klinis atau keadaan karier bila digunakan segera setelah paparan. Proteksi yang dihasilkan oleh HBIG hanya bertahan selama beberapa bulan. Salah satu penggunaan utama HBIG adalah sebagai ajuvan vaksin Hepatitis B dalam mencegah transmisi Hepatitis B perinatal. Data penelitian menyebutkan bahwa terapi kombinasi HBIG dan vaksin Hepatitis B dapat meningkatkan efektivitas pencegahan infeksi perinatal sebesar 85-95% dan memberikan efek proteksi jangka panjang. Imunoglobulin Hepatitis B juga diindikasikan untuk profilaksis pasca paparan jarum suntik atau luka kulit lainnya, yang terpapar dengan cairan tubuh pasien dengan  ininfeksi virus Hepatitis B. Profilaksis vaksin Hepatitis B sebelum paparan mengurangi kebutuhan terhadap HBIG. Sebuah studi menyatakan bahwa bila tidak diterapi, 30% individu yang tertusuk jarum yang terinfeksi virus Hepatitis B akan mengalami infeksi klinis dan penggunaan HBIG mempunyai efektivitas 75% dalam mencegah penyakit yang bermanifestasi klinis. Efikasi HBIG dalam pencegahan Hepatitis B klinis dan Hepatitis B kronik adalah 75% bula diberikan dalam waktu 7 hari setelah paparan.
  2. Imunisasi Aktif.
    Vaksin Hepatitis B harus diberikan secara intramuskular di otot deltoid pada orang dewasa. Pada orang dewasa, imunogenisitas vaksin akan berkurang bila vaksin disuntikkan pada gluteus. Panjang jarum yang digunakan sebaikya 1-1,5 inci untuk memastikan vaksin masuk ke jaringan otot.
    Penyuntikan vaksin secara intradermal tidak dianjurkan karena imunogenisitas pada usia muda lebih rendah, respons antibodi yang tidak konsisten pada orang tua, kurangnya pengalaman tenaga kesehatan dalam melakukan suntikan intradermal, dan kurangnya data tentang efektivitas jangka panjang.
    Vaksin Hepatitis B diberikan dalam 3 dosis pada bulan ke-0, 1, dan 6. Dua dosis pertama merupakan dosis yang penting untuk membentuk antibodi. Dosis ketiga diberikan untuk mencapai kadar antibodi anti-HBs yang tinggi.

Tabel.
Rekomendasi Dosis Vaksin Hepatitis B

Keadaan
Recombivax HB
(10 µg/ml)
Engerix B
(20 µg/ml)
Bayi* dan anak < 11 tahun
2,5 µg/ml
10 µg/ml
Anak / remaja (11-19 tahun)
5 µg/ml
20 µg/ml
Dewasa (> 20 tahun)
10 µg/ml
20 µg/ml
Pasien hemodialisis
40 µg/ml (1 ml)#
40 µg/ml (2 ml) ##
Pasien imunokompromais
10 µg/ml (1 ml)#
40 µg/ml (2 ml) ##
Jadwal yang dianjurkan bulan ke-0, 1, 6
*Bayi yang lahir dengan ibu yang HBsAg (-)
# Formulasi khusus
## 2 dosis 1 ml disuntikkan di satu sisi dalam 4 dosis (bulan ke-0, 1, 2, 6)


Tabel 
Rekomendasi Profilaksis Hepatitis B Setelah Paparan Perkutan
Status imun pasien yang terpapar
Rekomendasi bila sumber HBsAg (+)
Rekomendasi bila sumber HBsAg (-)
Rekomendasi bila status HBsAg sumber tidak diketahui
Belum divaksinasi


Sebelumnya sudah vaksinasi
  • Individu responder


  • Non responder


  • Respon tidak diketahui
HBIG  0,06 mg/kg + vaksin Hepatitis B



Terapi (-) atau pertimbangkan booster

2 x HBIG atau
1 x HBIG + vaksinasi Hepatitis B

Tes anti-HBs individu yang terpapar
  • Bila inadekuat : 1 x HBIG + booster vaksin Hepatitis B
  • Bila adekuat: terapi -
Inisiasi vaksin Hepatitis B



Terapi (-)


Terapi (-)
Terapi (-)


Terapi (-)
Inisiasi vaksin Hepatitis B



Terapi (-)


Bila sumber risiko tinggi: terapi seolah-olah HBsAg (+)

Tes anti-HBs individu yang terpapar
  • Bila inadekuat : booster vaksin Hepatitis B
  • Bila adekuat: terapi-


Efektivitas Vaksin
 
Pemberian 3 dosis vaksin Hepatitis B secara intramuskluar menginduksi respon antibodi protektif pada lebih dari 90% dewasa sehat yang berusia kurang dari 40 tahun. Setelah berusia 40 tahun, imunitas berkurang dibawah 90%, dan saat berusia 60 tahun hanya 65-76% vaksin yang mempunyai efek proteksi terhadap infeksi virus Hepatitis B. Meskipun faktor pejamu lainnya seperti merokok, obesitas, infeksi HIV, dan penyakit kronik menyebabkan imunogenisitas vaksin yang rendah, tetapi usia merupakan factor determinan terpenting.


Efek Samping dan Kontraindikasi
 
Vaksin Hepatitis B merupakan vaksin yang termasuk aman. Efek yang ditimbulkan berupa nyeri di tempat injeksi, demam, reaksi anafilaksis, dan Sindrom Guillan-Barre. Reaksi alergi terhadap komponen vaksin termasuk thimerosal merupakan kontraindikasi pemberian vaksin.


Prakata tambahan dari saya, jika Anda khawatir dengan tertular dengan virus Hepatitis segerakanlah priksa diri ke Laboratorium terdekat atau puskesmas dan Rumah Sakit terdekat, jika hsil HBsAg sudah diketaahui bisa langsung dilakukan Vaksinasi dengna segera. Konsultasikn dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan Vaksinasi.
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
Founder www.infolabmed.com, tim penulis buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik". Aktif menulis di https://www.atlm-edu.id/, https://www.indonewstoday.com/, dan https://kumparan.com/catatan-atlm. Untuk kerjasama bisa melalui e mail : imadanalis@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar