Kamis 27 03 2025
  • Jelajahi

    Copyright © 2025 Imad Analis Blog
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Cross-matching Blood

    Imaduddin Badrawi, S.Tr.AK
    Senin, 20 Februari 2012, 00.21 WIB Last Updated 2016-08-29T15:35:58Z
    Reaksi Golongan Darah
    Apa itu Cross-Match?

    Crossmatching adalah proses pengujian darah pasien terhadap sampel donor potensial, menemukan kecocokan dari kompatibilitas.Pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah sel darah merah donor bisa hidup didalam tubuh pasien, dan untuk mengetahui ada tidaknya antibodi IgM maupun IgG dalam serum pasien (mayor) maupun dalam serum donor yang melawan sel pasien (minor).

    Pemeriksaan Cross match dilakukan bila pemeriksaan golongan darah dan rhesus telah dilakukan.

    Berikut Keterangan apakah darah bisa dipakai atau tidak :

    1. Crossmatch Mayor, Minor dan Auto Control = Negatif. 
    • Berarti Darah OS Kompatibel dengan darah donor.
    • Darah Boleh dikeluarkan.

    2. Crossmatch Mayor = Positif, Minor = Negatif, dan Autocontrol = Negatif. 

    Periksa sekali lagi Golongan Darah OS apakah sudah sama dengan donor, apabila Golongan darah OS memang sudah sesuai, maka pemeriksaan dilanjutkan. Lakukan DCT (Direct Coombs Test) pada sel donor untuk memastikan reaksi positif pada mayor bukan berasal dari donor, apabila DCT sel donor negatif, artinya ada irregular antibodi pada serum OS.
    a. Ganti darah donor, lakukan crossmatch lagi sampai didapat hasil Cross negatif pada mayor dan minor.
    b. Apabila tidak ditemukan hasil Crossmatch yang kompatibel meskipun darah donor telah diganti maka harus dilakukan skrining dan identifikasi antibodi pada serum OS dalam hal ini sampel darah dikirim ke UTD Pembina terdekat.

    3. Crossmatch Mayor = negatif, Minor = Positif, dan Autocontrol = negatif. 
    • Artinya ada irregular antibodi pada serum / plasma Donor. 
    • Solusi : Ganti dengan darah donor yang lain lakukan Crossmatch lagi.

    4. Crossmatch Mayor = negatif, Minor = positif, dan Autocontrol = positif.
    • Lakukan Direct Coombs Test pada OS
    • Apabila DCT positif, hasil positif pada Crossmatch Minor dan AC berasal dari Autoantibodi atau ada immune antibodi dari transfusi sebelumnya terhadap sel darah merah donor dari transfusi sebelumnya.
    • Apabila derajad posotif pada Minor sama atau lebih kecil dibandingkan derajad positif pada AC/DCT darah boleh dikeluarkan.
    • Apabila derajad positif pada Minor lebih besar dibandingkan derajad positif  pada AC/DCT, darah tidak boleh dikeluarkan. Ganti darah donor, akukan Crossmatch lagi sampai ditemukan positif  pada Minor sama atau lebih kecil dibanding AC/DCT.
    NB : Jika artikel ini masih ada kekurangan, silahkan untuk memberikan tambahan informasi dengan cara mengirimkan e mail kepada admin : imadanalis@gmail.com
    Komentar

    Tampilkan